Cara Membuat Surat Keluhan Konsumen (pengalaman pribadi)

[rumah kami]

Jika kamu yang kenal saya mungkin sudah menghetaui belakangan ini saya memiliki permasalahan dengan Kelistrikan, baik itu dengan PLN maupun dengan developer dimana rumah kami (saya dan istri) tinggal.

Kronologis:

Pada tanggal 22 Januari 2010 tepatnya hari jum’at rumah kami No.B2 Perum Nuasa Kebagusan No.99 dilakukan pemeriksaan oleh pihak PLN (perusahaan listrik negara) yang mana pada tanggal 26 Januari 2010 pihak PLN kembali melakukan pemeriksaan yang merupakan pemerikasaan tidak lanjut dari pemeriksaan sebelumnya yaitu tanggal 22 Januari yang lalu.

[hanya NCB yang berada di rumah kami]

Setelah PLN melakukan pemeriksaan pada tanggal 26 Januari 2010 kami menerima surat panggilan dari PLN dengan judul Undangan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan P2TL (terlampir), yang mana surat itu merupakan surat panggilan kedua yang di berikan oleh PLN kepada kami, dan ternyata pada pemeriksaan pertama yaitu hari jum’at kami ternyata menerima surat panggilan pertama dimana surat itu tidak sampai kepada kami melainkan masih berada di kantor developer.

Pada surat panggilan kedua menyatakan bahwa “Piringan kWh meter tidak berputar saat dibebani arus sebesar 0,88, serat kawat segel tera sebelah kiri putus dan timah segel sebelah kanan rusak” serta dalam berita acara hasil pemeriksaan juga menyebutkan bahwa “kWh meter kami diganti baru dengan merk Puji Dharma Elektrik No. 909111111159/2009 ST 00006,2” akibat dari hasil pemeriksaan ini mengharuskan kami untuk datang ke Kantor PLN area Pelayanan Lenteng Agung guna menyaksikan secara langsung pemeriksaan Laboratorium terhadap kWh meter rumah kami.

[box kWh Meter kami tidak berada di rumah kami]

Pada tanggal 28 Januari 2010 saya akhirnya datang ke kantor PLN area Pelayanan Lenteng Agung guna memenuhi surat pemanggilan PLN guna menyaksikan secara lansung hasil pemeriksaan laboratorium atas kWh kami, namun di karenakan di kantor PLN area Pelayanan Lenteng Agung belum memiliki laboratorium untuk pemeriksaan akhirnya saya di temani petugas PLN pergi ke kantor PLN area Pelayanan Kramat Jati yang mana telah memiliki laboratorium kWh.

Setelah kurang lebih 1 jam saya ikut menyaksikan secara langsung pengecekan laboratorium kWh akhirnya saya menerima hasil pemeriksaan tersebut (terlampir) yang menyatakan bahwa “ kWh meter pada saat di tera error -25,43% indikasi pada beban full/fl serta menyatakan bahwa kWh pernah di setel”

[letak box kWh meter kami di samping pos security]

Apabila dalam 3 hari sejak di keluarkan surat tersebut belum membayar sesuai yang Setelah melakukan uji laboratorium akhirnya saya kembali ke kantor PLN area Pelayanan Lenteng Agung guna menindaklanjuti hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, akhirnya saya mendapat Surat Rincian T.S P2TL (terlampir) yang mengharuskan kami membayar Tagihan Susulan P2TL Sesuai Dengan SK Direksi No. 234.K/2008/22 Juli 2008. sebesar Rp. 6.193.250 (enam juta seratus sembilan puluh tiga ribu dua ratus lima puluh).


tertagih maka pihak PLN akan menghentikan sementara aliran listrik di tempat saya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan akan di sambung kembali jika tagihan sudah dibayarkan

Klik disini untuk melihat contoh surat keluhan konsumen yang saya kirimkan:
Contoh Surat Keluhan (word)

3 thoughts on “Cara Membuat Surat Keluhan Konsumen (pengalaman pribadi)

  1. Tolong kalo mau cabut listrik org liat2 dulu,kalo mau anter tgihan liat2 dulu rekening nya.saya udh bayar listrik saya malah dicabut.Management PLN jelek sekali.tolong di koreksi,jgn bisanya naikin hrga lstrk doank!

  2. pln kalau listrik mau mati di umumin apha waktu aku main warnet tiba tiba mati lampu teruzz nyala teruz mati terus nyala parahh pln

Leave a Reply